Jumat, 15 Januari 2010

Arti Tafakur dan meditasi

Arti Tafakur dan meditasi
Tafakur adalah suatu perenungan dengan melihat, menganalisa, meyakini secara pasti untuk mendapatkan keyakinan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah. Banyak hal dari Allah yang harus ditelaah, dianalisa hingga akal pikiran yakin dan perasaan menerima, seperti sifat sifat Allah, nama nama Allah, ciptaan ciptaan Allah semua akan membawa kepada percaya adanya Allah. Tuhannya Islam bernama Allah dengan memiliki 99 nama lainnya, Allah mempunyai sifat yang spesifik, mempunyai ciptaan, mempunyai dzat Ketuhanan. Tafakur dalam Islam akan meningkatkan tauhid, keyakinan dan kepercayaan kepada Allah berdasarkan akal pikiran dan perasaan atau hati.
Selain untuk mendekatkan diri kepada Allah, Tafakur juga dapat digunakan untuk setiap saat melihat, memperhatikan perilaku, sifat, kejadian, masalah yang setiap saat muncul selama manusia – umat Islam menjalani kehidupan.
Dalam menjalani kehidupan harus selalu diwaspadai, akan terjadi hal-hal baru yang baik atau buruk, menguntungkan dan atau merugikan. Semua ini ada yang dapat diatasi dan diatur, ada yang tidak, terjadi secara spontan menurutkan kehendak Allah Subhanahu Wa Taala, ada yang dapat diterima dan lebih sering tidak dapat diterima.
Tafakur dapat di bagi menjadi 3 golongon, yaitu:
1. - Tafakur Kepada Allah Subhanahu Wa Taala
2. - Tafakur Kepada Nabiyullah Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam
3. - Tafakur Kepada Diri Sendiri




Meditation

Kata meditasi sudah tidak asing, dengan berbagai ragam arti dan makna, menjadi pengertian yang tidak perlu memakai kamus atau referensi untuk dapat menyatakan apa itu meditasi. Dari arti dan makna yang sangat sederhana, ketenangan dapat berarti pula sebagai konsentrasi, pola atau cara metoda pernafasan, berarti juga zikir atau wirid. Banyak arti lain tergantung kepada mereka, baik itu kelompok, agama, sekte yang ingin mengekspresikan arti meditasi itu lebih dalam atau lebih luas.
Ditinjau dari maksud dan tujuan meditasi, sebenarnya meditasi adalah bagian yang sangat erat hubungannya dengan suatu ajaran agama atau ideologi, karena yang akan diolah dalam melaksanakan meditasi adalah akal pikiran dan perasaan, dimana seperti sama-sama diketahui bahwa pikiran dan perasaan adalah dua buah alat yang sangat berguna dalam menerima, menganalisa dan akhirnya akan meyakini agama yang dianutnya.
Dalam meditasi akal pikiran dan perasaan akan dilatih untuk menjadi lebih konsentrasi, lebih fokus, lebih sadar, lebih jernih, lebih tenang hingga muncul suatu analisa yang adil dan bijaksana dalam beriman dan berkeyakinan kepada Allah Subhanahu Wa Taala untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia yang menganut agama, ajaran, atau ideologi yang benar.
Setiap agama baik agama langit maupun agama dunia memiliki tata cara atau metoda untuk melakukan suatu meditasi. Sebaiknya meditasi dilakukan sesuai dengan ajaran agama, ideologi yang dianutnya. Tidak ada larangan setiap orang untuk mempelajari berbagai bentuk meditasi dari berbagai golongan dan agama. Aturan meditasi dari suatu agama dan golongan akan terlihat dengan jelas bahwa meditasi itu untuk dijalankan atau dipraktekkan oleh dan untuk mereka masing-masing. Akal pikiran dan perasaan yang dilatih dalam meditasi akan dikaitkan dengan filosofi atau maksud dan tujuan dari ajaran agama dimana orang tersebut menganut dan meyakininya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar